Skip to main content

Pengertian EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) dan Karakteristik Routing EIGRP

Pada artikel ini tutorial komputer akan membahas salah satu routing protocol yaitu, EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Seperti yang kita tahu, routing adalah suatu proses pengiriman packet dari dari satu lokasi ke lokasi lain yang berbeda network dan routing terbagi menjadi 2, yaitu routing static dan routing dinamic. Pada artikel ini akan dibahas salah satu jenis routing dynamic, yaitu EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) EIGRP merupakan pengembangan dari Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) yang memiliki jumlah maksimum hop sebanyak 255 hop dan dibandingkan dengan routing information protocol (RIP) yang hanya memiliki jumlah maksimum hop sebanyak 15 hop. Baca juga artikel tutorial komputer lainnya RIP (Routing Information Protocol)

Pengertian EIGRP

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah cisco proprietary routing protocol yang artinya kita harus menggunakan perangkat dari cisco untuk dapat menjalankan protocol routing ini. Namun sejak 2013, beberapa fungsi dari EIGRP sudah menjadi open standard dan kita dapat menggunakan perangkat  router selain dari cisco untuk dapat menjalankan routing protocol ini. EIGRP merupakan hybrid protocol yang mendukung link state maupun distance vector protocol . Untuk menentukan jalur tercepat untuk sampai ketujuan, routing protocol ini melakukan perhitungan dari gabungan beberapa metrik yang secara default terdapat 5 metrik,  yaitu bandwidth, load, delay, reliability, MTU dan secara defaut yang digunakan hanya 2, yaitu bandwidth dan delay. EIGRP melakukan maintain terhadapat 3 buah tabel untuk mempercepat proses konvergensi, yaitu Neighbor Table, Topology Table dan Routing Table. Secara garis besar, 3 tabel tersebut memiliki fungsi antara lain :

- Neighbor Table : tabel yang menyimpan informasi mengenai router lain yang menjalankan EIGRP routing dan terhubung secara langsung dengan router itu sendiri, karena EIGRP hanya membagikan informasi routing dengan router yang hanya ada pada tabel ini.

- Topology Table : tabel yang menyimpan semua informasi mengenai jalur yang di pelajari dari neighbor. Di tabel ini disimpan semua destinasi dan jalur yang dibagikan oleh router neighbor.

- Routing Table ; tabel yang hanya menyimpan destinasi tercepat untuk sampai ke setiap tujuan.

EIGRP biasa digunakan pada sistem jaringan yang memiliki network yang berskala besar dan pada router eigrp, pada saat melakukan konfigurasi kita tidak perlu memperkenalkan network - network yang terhubung pada router tetangga (neighbor) yang sudah tersimpan pada routing tablenya. Jika sebuah router menggunakan routing protocol eigrp,  maka router tersebut akan mencari sendiri routing table dari router - router tetangganya dan akan melakukan update jika ada perubahan pada jaringan. Routing protocol EIGRP sendiri juga mengenal yang namanya Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk membuat semua router yang berada pada AS yang sama berada dalam satu area sehingga dapat melakukan komunikasi data dari sumber ke tujuan. Dan apabila masing - masing router menggunakan autonomous system (AS) yang berbeda, maka setiap router tersebut tidak dapat saling berkomunikasi.

Karakteristik EIGRP

- Cisco Proprietary routing protocol
- EIGRP merupakan hybrid routing protocol
- Menggunakan alamat multicast untuk routing update
- Mendukung VLSM / CIDR
- Merupakan pembaruan dari IGRP routing protocol
- Menggunakan DUAL (Diffusing Update Algorithm) untuk memelih jalur terbaik.
- Mendukung multiple protocol network
- Menggunakan neighbor discovery/recovery, DUAL, RTP (reliable transport protocol), dan protocol-dependent modules yang membendakan EIGRP dengan routing protocol yang lain.

Itulah pengertian dari routing protocol EIGRP dan karakteristiknya, semoga dapat bermanfaat untuk teman - teman semuanya. Pada artikel berikutnya akan dibahas tentang bagaimana konfigurasi EIGRP. Baca juga artikel tutorial komputer lainnya RIP (Routing Information Protocol)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Konfigurasi OSPF di Cisco Packet Tracer

Cara Konfigurasi OSPF di Cisco Packet Tracer – OSPF atau Open Shortest Patch First merupakan sebuah routing protokol IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) yang hanya dapat digunakan dalam di jaringan internal suatu organisasi atau perusahaan yang kita memiliki hak administrasi terhadapt jaringan tersebut. Pada artikel ini akan di perlihatkan bagaimana Cara Konfigurasi OSPF di Cisco Packet Tracer.

Baca JugaPengertian dan Perbedaan Internet, Intranet Berdasarkan JangkauannyaKonfigurasi Routing EIGRP di GNS3Cara Konfigurasi EIGRP di Cisco Packet Tracer Cara Konfigurasi Routing Static Router Mikrotik di GNS3Cara Konfigurasi Routing Dinamis RIP di Cisco Packet Tracer
Topologi dan IP Address Buat topologi jaringan dengan interface dan ip address sesuai dengan gambar dan tabel yang ada di bawah. Atau jika teman – teman ingin menghemat waktu, dapat mendownload topologi jaringan nya disini
Setting IP Address Setelah topologi jaringan di buat seperti gambar di atas, setting ip address untuk …

Pengertian, Jenis & Kelebihan VLAN (Virtual LAN)

Pengertian VLANVLAN (virtual LAN) adalah suatu model jaringan yang membagi jaringan secara logikal ke dalam beberapa vlan yang berbeda. VLAN tidak terbatas pada kondisi fisik jaringan seperti pada LAN, vlan dapat di konfigurasi secara virtual tanpa harus melihat kondisi peralatan. Oleh sebab itu, VLAN memiliki fleksibilitas di dalam pengaturan jaringan dan memudahkan administrator jaringan dalam membagi jaringannya sesuai dengan fungsi dan kebutuhan keamanan jaringan tersebut. Baca juga artikel tutorial komputer lainnya Pengertian Routing & Jenis - Jenis Routing


Cara kerja VLANVLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan, baik menggunakan port, MAC address dan lain - lain. Semuainformasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkanport yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yangdigunakan oleh VLAN. 
Untuk mengaturnya maka biasanya digunakanswitch/bridge yang ma…

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan System Restore di Windows 7

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan System Restore di Windows 7 – System Restore adalah sebuah fitur di Microsoft Windows yang mengizinkan pengguna untuk mengambalikan keadaan komputer ke waktu tertentu yang sudah di tetapkan, mengembalikan keadaan komputer yang dimaksud file sistem, aplikasi yang di install, Windows Registry dan sistem setting. Fitur ini sangat berguna jika terdapat error pada windows atau komputer terasa lambat karena mungkin sudah banyak terinstall aplikasi yang sudah tidak terpakai, maka dengan fitur system restore ini kita dapat mengembalikan windows ke waktu tertentu seperti saat pertama kali windows di install. Fiture System Restore sudah ada dari Windows ME, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, Windows 10 dan secara default system restore dalam keadaan disabled jika kita belum pernah menggunakannya. Berikut adalah langkah – langkah cara Mengaktifkan/enable System Restore di Windows 7.

Baca JugaMelakukan Backup Hardisk dan Partisi Mengg…